Ya Faktanya

Lemo, Kuburan Tradisional Toraja di Dalam Dinding Tebing

Objek wisata berupa Kuburan Tradisional Toraja merupakan tempat yang lumrah ditemui di Tana Toraja, dan Lemo adalah salah satu objek wisata pemakaman tradisional yang sudah populer dan menjadi tujuan utama para wisatawan yang datang ke Toraja.

Objek wisatanya yang unik, dipadu dengan alam yang cantik dan sudah lokasi yang sudah ditata dengan baik, menjadikan Lemo memikat bagi siapapun yang berwisata ke Toraja.

Lemo merupakan Kuburan Tradisional Toraja yang diletakkan dalam tempat yang cukup ekstrim. Bagaimana tidak?

Kuburan Tradisional Toraja

Peti-peti mati untuk menyimpan mayat itu dimasukkan ke dalam lubang-lubang yang dipahat pada sebuah dinding tebing yang cukup tinggi.

Lubang yang sudah berisi peti ini selanjutnya ditutup dengan pintu kayu atau bambu. Satu hal yang mencengangkan adalah bagaimana orang-orang Toraja membuat lubang seukuran peti mati pada dinding tebing yang cukup tinggi itu. Sebuah hal yang sangat mengagumkan.

Nama Lemo sendiri memiliki arti jeruk, karena goa batu yang paling besar memiliki bentuk seperti buah jeruk, sedangkan lubang-lubang kuburan yang berupa pahatan ini membentuk seperti pori-pori buah jeruk.

Menurut informasi, Kuburan Tradisional Toraja tertua yang ada di Lemo adalah milik tetua adat setempat yang bernama Songgi Patalo.

Kuburan Tradisional Toraja

Secara keseluruhan terdapat sekitar 70 lubang pintu yang ada di Lemo. Banyak di antara pintu-pintu ini yang sudah berusia tua, tapi ada juga yang masih berumur beberapa tahun.

Itu terlihat dari sebuah pintu yang terdapat salib bertuliskan 25-02-2009. Sama seperti di pemakaman tradisional lainnya, posisi peti bisa menunjukkan kasta seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

Semakin tinggi posisinya berarti semakin tinggi pulau status sosial orang yang dimakamkan tersebut.

Hal menarik lainnya yang ada di Lemo tentu saja Tau-Tau yang berdiri secara berjejer tepat di dekat pintu-pintu kuburan tadi.

Baca Juga: Desain Gazebo Cantik Dengan Penempatan Yang Unik

Inspirasi Desain Apartemen untuk Para Eksekutif Muda

Tau-Tau adalah manifestasi orang yang telah dikubur dalam lubang tersebut. Tidak semua orang bisa dibuatkan Tau-Tau, karena biasanya yang dibuatkan hanya dari kalangan bangsawan, mengingat biaya yang digunakan untuk membuat patung ini sangat besar.

Dengan berbagai keunikannya, Lemo memang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata Toraja. Jika Anda datang ke Toraja, sangat sayang rasanya jika harus melewatkan Lemo.

Kuburan Tradisional Toraja

Apalagi tempat ini dikeliling sawah yang sangat menghijau dan menyejukkan mata. Anda bisa juga melihat Tongkonan berusia tua, bahkan sudah ditumbuhi tanaman liar dan lumut hijau.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa memuaskan hasrat berbelanja Anda di sini karena sudah ada beberapa kios yang menjual aneka souvenir dengan harga yang terjangkau.

Untuk bisa sampai di Lemo, Anda bisa menyewa motor atau mobil dari Rantepao. Lemo berada di Jalan Poros Rantepao-Makale, sekitar 11 kilometer dari Rantepao atau 7 kilometer dari Makale.

Alternatif lain adalah dengan menggunakan jasa ojek yang bisa mengantarkan Anda berkeliling ke objek-objek wisata utama di Toraja.